Jumat, 13 Agustus 2010

Terbangun Di Tengah Malam

Salah satu hal yang aku tak suka adalah terbangun di tenagh malam dan tak bisa untuk kembali tidur. apaagi jikalau memang tak bisa tidur sampai pagi menjelang. ya, sekarang kondisiku memang sedang mengalami hal ini. terbangun tepat jam 12 malam dan sekarang aku tinggal menunggu adzan subuh terdengar di kala fajar. jujur, aku kesal, masalahnya sekarang bukan hanya tidak bisa tidur, tapi lebih dari itu. energiku malam ini habis hanya untuk berpikir dan memimpi. ragaku tergolek lemas menginginkan tidur, namun pikiran masih saja aktif untuk mengekstrak imaji yg rasanya sungguh memabukkan. bagiku kondisi malam ini begitu ironi. ironi yg membuatku senang sekaligus menderita. dan ini akan terus dan terus berlanjut sampai matari tiba, sedangkan kantuk akan siap menghadang di esok hari.

Pikiranku yang berharga itu terus menerus memproduksi imaji, hingga imaji itu luber dan terserak kemana-mana. namun sayang, jika diperhatikan imaji itu kurang beraneka ragam. semuanya satu jenis dan mirip-mirip antara yang satu dengan yang lain. mungkin yang membedakan mereka hanyalah nomor antriannya saja. ini semua adalah imaji tentangmu sayang, wahai si "putri tidur" sang penguasa dunia mimpi. sudah banyak imaji yang keluar dari otakku ini. tapi terlihat membosankan karena itu semua tentangmu sayang. seolah otakku ini adalah otak bodoh yang tidak mengetahui apa-apa selain tentang kamu. bertanya tentang kau. mereka-reka apa yang sedang kau lakukan saat ini. membanyang wajahmu kaala kau sedang tidur. menerawang jauh ke masa depan demi menemukan jawaban takdirku dan takdirmu. memikir apa kah kau juga memikirkanku. dan masih banyak lagi imaji-imaji itu. mungkin tinta dalam pena ini akan habis bila aku terus menuliskan semua hasil pikiranku itu.

Apakah kau begitu indah? apa memang kau selalu menawan? ataukah memang aku yang begitu tergiala-gila padamu? semuanya benar, tak ada yang salah ketika kita berbicara soal cinta. cinta menyuguhkan
ketenangan, kebahagiaan, dan kedamaian. dan cinta juga sekaligus menghadirkan keabsurdan, kamalangan, dan keasakitan menadalam jika sang pelaku cinta tidak bijak dalam menyikapi rasa yang sungguh tak terefinisikan itu. Mungkin sudah banyak kata yang menuliaskan tentang cinta, atau malah kata-kata di dunia ini sudah habis digunakan untuk mendeskripsiakn cinta. tetapi malam ini aku tak berusaha untuk mengartikan cinta ataupun menambah sesak perbendaharaan kata tentang cinta. yang kulakukan saat ini hanyalah mencoba untuk memahami cintaku, rasaku, dan hatiku. cukup sulit memang untuk memahami semuanya. namun bagiku tak ada hal lain yang bisa kulakukan saat ini. terkecuali melakukan perenungan terdalam demi memecah kemisteriusan yang akhir-akhir ini aku alami.

Oh... serasa berada di antara surga dan neraka. bahagia datang ketika banyangmu mengahmpiri, juga sekaligus derita menjerat saat raga tak mampu lagi manahan gejolaknya.aku tak memahami inisemua. pun tak mampu menggambarkan ini dan tak sanggup menulisakannya dalam catatan ini. cinta itu... (tak tau), cinta itu... (juga tak tau), cinta itu... (tetap tak tau). namun yang jelas dan singkatnya adalah bahwa aku mencintaimu sayang.

Legam sunyi malam terus mengepung kamarku dari luar sana. mencoba mendobrak masuk ke dalam lewat angin-angin yang begitu sempit. kugeser gorden jendela secara perlahan dan kulongok keluar, hingga kudapati  ketenangan di luar sana. sontak aku langsung menginginkan suasana itu untuk masuk dan mengisi kedalam kamarku hingga penuh dan meluber, sampai-sampai aku ikut terlarut di dalamnya. langsung kusibakkan gorden dan kubuka lebar-lebar skat kaca itu. dingin langsung mengalir ke sela-sela perabot juga tak lupa menyatroni pojok-pojok ruangan. namun naas, setelah semua terisi penuh ternyata aku tak mampu larut dalam suasana tenang itu. diriku tetap keras dengan kekacauan jiwa karena cinta. baru ku sadar, ternyata cinta ini adalah anti-thesis dari suasana malam yang tenang itu. sial!

Kacau terus membiak dalam diriku. otakku pun terus memproduksi imaj tanpa henti. jiwaku terpasung oleh rasa tak karuan ini. dan hati terus meringis tersayat cintaku untukmu.

Aku lemas... aku lelah...aku capek....
OY!!! kapan aku bisa tidur!!!

(F. syarifuddin: jatinangor, 7 agustus 2010)

0 komentar:

Posting Komentar