Air di luar masih menggenang, tenang dan akan tetap tenang. Permukaannya menggambarkan keadaan langit malam yang mendung. Tepiannya brusaha keras membatasi kegelapan yang hendak masuk dalam genangan. Lalu, setetes air langit telah tiba pada landasan genangan. Mengoyak ketenangannya, menggetarkan permukaannya, dan menggeser tepiannya.
-genangan air langit
Minggu, 26 Desember 2010
GENANGAN AIR LANGIT
PENA
Kuhujamkan ujung pena pada lembar kertas kosong. Lalu menuntunnya untuk bisa membentuk kata. Bahkan kubimbing agar ia ikut menari bersama jemariku demi menuliskan rangkaian kalimat. Dan terus menulis kata, merangkai kalimat, dan menyusun cerita.
-pena
RINDU MENCINTA
Tak bisa berkata cinta bila tak ada dara yang bisa diajak mencinta. Sudah sekian lama aku tak bisa berucap sayang kepada gadis yang kusayang. Sendiri! Dulu, sekarang, dan mungkin esok nanti. Menyepiku dalam gelap demi lari dari ketidakmampuan tuk merebut cinta. Tetapi yang pasti, rindu mencinta ini akan selalu kutulis walau dalam gelap.
-rindu mencinta
Langganan:
Postingan (Atom)
