Tak terasa sudah lebih dari 8 tahun aku menyimpan perhiasan terindah yang selama ini kumiliki, tak akan ada satupun yang bisa menandingi kilau sinarnya. Dia indah, silau, eksotis dan mempesona. Takkan hilang dicuri dan takkan lapuk tekikis zaman, karena dia abadi dan kekal, dan karena itulah jaminan yang bisa kuberikan padanya. Ada yang mengetahui itu apa? Takkan bisa ditebak dan diterka, bahkan oleh diriku sendiri. Aku hanya akan mencoba mendekati arti dan deskripsi perhiasanku itu. Benda itu tidak lain adalah pecahan dari benak yang ada dalam jiwa, perasaan cinta yang kumiliki untuk seorang perempuan yang selalu hadir bak hologram ketika diriku ini ingin beranjak tidur. Dia menari dan membelaiku, meninabobokan diriku dalam kegelapan. Peremepuan itu hidup abadi dalam alam pikiranku. Tetapi itu adalah makhluk rekaan ataupun hasil refleksi dari tokoh real yang hidup dalam alam material. Ya, itu karena diriku ini mencintai perempuan yang ada di alam materil itu. Khayalku yang serba bisa ini dengan sekonyong-konyong menghadirkan sosok itu dalam kehidupanku. Begitu dalam aku menghayati rasa cinta ini, dan aku selalu bertanya. Mengapa semua ini ada? Apa arti dari semua ini? dari manakah asal mula hal ini? Pikiran begitu gandrung dengan berbagai pertanyaan tersebut, yang menjadikannya Pe-eR abadi yang harus terus dikerjakan dan tak ada ujung penyelesaiiannya. Tak tau apa yang mesti saya jawab, pertanyaan itu terus berlarut hingga kini. dan hal ini pulalah yang menjadi energi bagi bayangan sang bidadari impian itu.
Awal ku kenal dia adalah masa-masa ketika aku baru masuk sekolah menengah pertama, hari pertama itu telah menjadi hari penghakiman bagi sang penghayal ini, dan titik awal penderitaan khayali yang sengaja diciptakan oleh terdakwanya sendiri. sangat nyata di ingatanku kalau dia memperkenalkan diri lalu menyanyi tembang yang menjadi "sound track" sinetron populer ketika itu. suaranya lumayan bagus. namun yang menjadi titik pusat daya tariknya itu adalah senyumnya yang begitu lembut dan lucu. dalam kelas itu satu persatu memperkenalkan dirinya.
Leia Mais…
