Kamis, 26 Agustus 2010

Putri Kecilku: Bagian 1

     Tak terasa sudah lebih dari 8 tahun aku menyimpan perhiasan terindah yang selama ini kumiliki, tak akan ada satupun yang bisa menandingi kilau sinarnya. Dia indah, silau, eksotis dan mempesona. Takkan hilang dicuri dan takkan lapuk tekikis zaman, karena dia abadi dan kekal, dan karena itulah jaminan yang bisa kuberikan padanya. Ada yang mengetahui itu apa? Takkan bisa ditebak dan diterka, bahkan oleh diriku sendiri. Aku hanya akan mencoba mendekati arti dan deskripsi perhiasanku itu. Benda itu tidak lain adalah pecahan dari benak yang ada dalam jiwa, perasaan cinta yang kumiliki untuk seorang perempuan yang selalu hadir bak hologram ketika diriku ini ingin beranjak tidur. Dia menari dan membelaiku, meninabobokan diriku dalam kegelapan. Peremepuan itu hidup abadi dalam alam pikiranku. Tetapi itu adalah makhluk rekaan ataupun hasil refleksi dari tokoh real yang hidup dalam alam material. Ya, itu karena diriku ini mencintai perempuan yang ada di alam materil itu. Khayalku yang serba bisa ini dengan sekonyong-konyong menghadirkan sosok itu dalam kehidupanku. Begitu dalam aku menghayati rasa cinta ini, dan aku selalu bertanya. Mengapa semua ini ada? Apa arti dari semua ini? dari manakah asal mula hal ini? Pikiran begitu gandrung dengan berbagai pertanyaan tersebut, yang menjadikannya Pe-eR abadi yang harus terus dikerjakan dan tak ada ujung penyelesaiiannya. Tak tau apa yang mesti saya jawab, pertanyaan itu terus berlarut hingga kini. dan hal ini pulalah yang menjadi energi bagi bayangan sang bidadari impian itu.

            Awal ku kenal dia adalah masa-masa ketika aku baru masuk sekolah menengah pertama, hari pertama itu telah menjadi hari penghakiman bagi sang penghayal ini, dan titik awal penderitaan khayali yang sengaja diciptakan oleh terdakwanya sendiri. sangat nyata di ingatanku kalau dia memperkenalkan diri lalu menyanyi tembang yang menjadi "sound track" sinetron populer ketika itu. suaranya lumayan bagus. namun yang menjadi titik pusat daya tariknya itu adalah senyumnya yang begitu lembut dan lucu. dalam kelas itu satu persatu memperkenalkan dirinya.

Leia Mais…

Rabu, 18 Agustus 2010

PENDIDIKAN DALAM BINGKAI KEMERDEKAAN

Oleh: Fahmi Syarifuddin*

            Tujuh belas Agustus tahun 1945 adalah hari ketika bangsa Indonesia meraih kemerdekaanya setelah sekian lama terbelenggu oleh imperialisme yang terus-menerus mengekang kebebasan. Tiga setengah abad bangsa ini tak mampu untuk memegang kendali penuh atas daulatnya sendiri. Sejarah mencatat bahwa setidaknya ada empat bangsa asing yang pernah menjajah bangsa ini. Namun biarpun bangsa kita mengalami pergatian penjajah, itu ternyata tidak membuat bangsa ini semakin maju dan berkembang. Ini terbukti dari fakta sejarah bahwasannya rakyat pribumi dibiarkan bodoh dan terbelakang.
Setelah masa tiga setengah abad itu akhirnya bangsa ini menemukan titik terang dari permasalahan yang turun temurun ini. Muncul orang-orang terpelajar yang mampu menjadi motor penggerak bagi usaha kemerdekaan bangsa Indonesia. Mereka para kaum terpelajar sadar akan perannya sebagai garda depan perjuangan kemerdekaan bangsa Indonesia. Sejarah membuktikan bahwa Soekarno dkk lewat BPUPKI dan PPKI ternyata mampu membawa bangsa ini ke pintu gerbang kemerdekaan Indonesia, sehingga kita semua ingat bahwa tanggal tujuh belas Agustus 1945 adalah hari kemerdekaan kita.
            Orang-orang terpelajar itu membuktikan bahwa peran pendidikan dalam menentukan arah gerak peradaban sebuah bangsa itu sangatlah penting. Di peradaban-peradaban manusia selalu ditopang oleh pendidikan, dimana pendidikan adalah ujung tombak bagi perkembangan peradaban sebuah bangsa. Karya-karya peradaban manusia itu selalu merupakan output dari proses pendidikan, seperti: ilmu pengetahuan, teknologi, budaya, sains, dan teori-teori social. Sebuah contoh dari peran pendidikan pada sebuah peradaban bangsa adalah pada saat terjadi revolusi industri yang terjadi di Inggris pada akhir abad 18 dan awal abad 19. Revolusi industri ini diakibatkan dari lompatan teknologi yang terjadi. Ketika itu mesin uap yang diperkenalkan oleh James Watt akhirnya mampu menggantikan teknologi kuno yang biasa memakai tenaga-tenaga makhluk hidup untuk menjalankan dan mengerjakan proses-proses produksi. Sebenarnya faktor-faktor yang melatar belakangi terjadinya Revolusi Industri adalah terjadinya revolusi ilmu pengetahuan pada abad ke 16 dengan munculnya para ilmuwan seperti Francis BaconRene DecartesGalileo Galilei serta adanya pengembangan riset dan penelitian dengan pendirian lembaga riset. Dan hasil dari revolusi industri yang terjadi di Inggris pada akhir abad 18 dan awal abad 19 itu dapkanya masih bisa kita rasakan hingga kini, yaitu kita kini tahu tentang ilmu-ilmu pengetahuan dan teknologi yang dihasilkan dari ilmu tersebut. Contoh pada revolusi industri ini mebuktikan bahwa pendidikan memegang peran sentral bagi perkembangan peradaban sebuah bangsa bahkan perkembangan peradaban manusia secara luas. Dan hal inilah yang telah dibuktikan oleh parafounding fathers bangsa kita dimana ia mampu untuk memerdekakan bangsanya dan meletakkan sebuah cita-cita luhur bagi bangsa ini di awal berdirinya bangsa ini.

Leia Mais…

Jumat, 13 Agustus 2010

Terbangun Di Tengah Malam

Salah satu hal yang aku tak suka adalah terbangun di tenagh malam dan tak bisa untuk kembali tidur. apaagi jikalau memang tak bisa tidur sampai pagi menjelang. ya, sekarang kondisiku memang sedang mengalami hal ini. terbangun tepat jam 12 malam dan sekarang aku tinggal menunggu adzan subuh terdengar di kala fajar. jujur, aku kesal, masalahnya sekarang bukan hanya tidak bisa tidur, tapi lebih dari itu. energiku malam ini habis hanya untuk berpikir dan memimpi. ragaku tergolek lemas menginginkan tidur, namun pikiran masih saja aktif untuk mengekstrak imaji yg rasanya sungguh memabukkan. bagiku kondisi malam ini begitu ironi. ironi yg membuatku senang sekaligus menderita. dan ini akan terus dan terus berlanjut sampai matari tiba, sedangkan kantuk akan siap menghadang di esok hari.

Pikiranku yang berharga itu terus menerus memproduksi imaji, hingga imaji itu luber dan terserak kemana-mana. namun sayang, jika diperhatikan imaji itu kurang beraneka ragam. semuanya satu jenis dan mirip-mirip antara yang satu dengan yang lain. mungkin yang membedakan mereka hanyalah nomor antriannya saja. ini semua adalah imaji tentangmu sayang, wahai si "putri tidur" sang penguasa dunia mimpi. sudah banyak imaji yang keluar dari otakku ini. tapi terlihat membosankan karena itu semua tentangmu sayang. seolah otakku ini adalah otak bodoh yang tidak mengetahui apa-apa selain tentang kamu. bertanya tentang kau. mereka-reka apa yang sedang kau lakukan saat ini. membanyang wajahmu kaala kau sedang tidur. menerawang jauh ke masa depan demi menemukan jawaban takdirku dan takdirmu. memikir apa kah kau juga memikirkanku. dan masih banyak lagi imaji-imaji itu. mungkin tinta dalam pena ini akan habis bila aku terus menuliskan semua hasil pikiranku itu.

Apakah kau begitu indah? apa memang kau selalu menawan? ataukah memang aku yang begitu tergiala-gila padamu? semuanya benar, tak ada yang salah ketika kita berbicara soal cinta. cinta menyuguhkan

Leia Mais…