*Gambaranku Tentang lantai aspal.
jaket hitam kukenakan, bantalan hitam ku duduki dan bersip meluncur dengan supra fit kesayangan kawanku. tombol kuning ku pencet lalu selongsong gas aku plintir. wussss.... lari dah motor nya.
sambil mengendalikan aku sedikit berbincang dengan kawan ku yang cantik. membincangkan si "satpam" yang seolah seperti robot yang siap melayani tuannya. (hehe, maaf yak pak satpam) simpel aja awal dari obrolan itu, kita berdua melihat satpam yang dengan setia membukakan pintu bagi mobil mewah yang akan keluar dari gerbang Unpad.
setelah keluar dari gerbang, tungganganku pun seolah ngantre untuk mendapatkan giliran agar bisa nyebrang jalan yang padahal tak boleh disebrangi. padahal di samping trotoar ada seonggok mobil polisi. huh aneh. mungkin itu hanya salah satu dari hiasan jalan aja kali yak. memang serba aneh negriku ini.
selang beberapa lama, kawanku memintaku untuk berhenti sejenak di pausat perbelanjaan terkemuka di jatinangor. dia memintaku untuk menunngunya selagi dia mengambil uang di ATM dalam mall tersebut. sambil menunggu, ku sempatkan meladeni bibirku ini dengan batang tembakau. selagi bibrku disibukkan dengan batang tembakau, mataku yang liar berusaha untuk tidak kalah sibuk dengan bibirku, dia dengan teliti memperhatikan apa-apa yang lewat di depanku. benda-benda aneh bersliweran di depanku. iyalah, orang latarnya aja jalan kok.
jalanan yang ramai, motor, mobil, pejalan kaki, hingga gerobak asongan ada di situ. hinnga tiba sebuah momen ketika para mahasiswi mencoba menyebrangi jalan sementara dihadapannya disuguhkan motor dengan kecepatan tinggi. spontan mahasiswi itu berteriak "aaaaaaaaaa!!!", dan motor pun berusaha dengan keras untuk menahan laju energi yang dibawanya. yup, hampir saja. sedangkan di sisi lain angkot menumpuk di suatu titik, ya apa lagi kalau tidak berebut penumpang. dan di depannya ada kantor polisi lengkap dengan personelnya. ternyata apa yang dilakukan para aparatur negara tersebut melihat kesemrawutan jalanan adalah mereka asik berbincang dan tertawa lepas. seolah tak paham tentang kewajibannya sebagai aparat negara. tak lama kawanku datang, "ayo langsung saja" teriak dia. dan kuparkirkan motor untuk keluar dari kesemrawutan tersebut. butuh usaha keras untuk keluar dari zona itu.
matari sudah mulai memerah, kami mesti cepat-cepat untuk sampai agar tak ketinggalan momen. kulajukan motor ini dengan secepat tapi tetap bepegang pada keselamatan. meskipun sudah cepat tapi disampingku ada pengendara lain yang malajukan motornya lebih cepat dari pada mator kawanku ini. dan parahnya dia seenaknya memotong jalurku dan jalur pengendara lain. yang di belakan oun berujar, "gila tu orang, ga nyadar apa kondisi jalan lagi rame gini. membahayakan sekali!!!" hah, dibelakangnya mengikuti motor dengan suara kenalpot bak mesin jet yang begitu bising. jah, ternyata mereka berdua sedang menghayalkan sedang balap di sirkuit dengan mootr yang mempuni. hah gila memang keadaan jalanan ini.
sibuk memperhatikan keduanaya, aku dicengangkan dengan pantat mobil yang sudah tersaji di muka. up!! untung aku bisa mengatasinya. setelah melihat ke depan ternyata ini ulah dari seorang anak kecil yang lari menyebrang jalan dan otomatis mobil itu ngerem dengan mendadak. tidk cukup di situ, di depan aku kembali dijegal oleh angkt hijau. dengan gampang angkot itu memotong jalurku akibat deri sebuah lambaian tangan di pinggir jalan. sekali lagi, aku kembali di jegal oleh seekor mobil mewah yang keluar dari gang perumahan mewah. mobil mewah itu didampingi pak ogah. SIAL !!!
ohhh..tidak.
lantai hitam yang menkilat
ditindih bantalan karet ban
panas memuncah dari dasar
titi..tit.
brum..brum..
hey!!!
begitubanyak teriakan dari jalanan.
ramainya jalan bak pasar tradisional.
anarkis yang menjadi makanan sehari-hari

0 komentar:
Posting Komentar